Orang yang Paling Sengsara

Selasa, 14 Januari 2014 0 komentar
Kisah ini terjadi pada dua orang bersaudara yang sedang disibukkan dengan bisnis. Modal bisnis mereka berasal dari pinjaman pada bank. Jauh waktu ketika empat puluh juta rupiah bisa dipakai untuk membangun sebuah rumah 80 meter persegi, mereka telah terlilit utang bank untuk mengembangkan usahanya.
Berawal dari renungan kakak beradik sebagai pengusaha yg tidak mampu membeli baju dan celana. Katanya, ''Kenapa usaha kita seperti ini terus?" 
''Uang kita habis untuk membayar tenaga dan THR sementara kita tidak mampu membeli celana dan baju''
Renungan itu membuahkan sebuah keputusan ''mencari orang yg paling sengsara yang bisa ia temui''
Hampir setiap malam mereka berdua berdo'a kepada Allah agar dipertemukan dengan orang yang paling sengsara yang ia bisa temui. Tak lain tujuannya untuk memberi shodaqoh.

Salah satu dari keduanya pergi ke Rominsy Jean Pabelan untuk membeli celana dengan membawa uang Rp300.000,- Qodaralloh adzan dzuhur berkumandang di masjid Al-Karim Pabelan. Maka ia masuk masjid untuk sholat berjama'ah. Tidak biasanya, ia menyelesaikan dzikirnya di luar ruangan, maka pada waktu itu ia berdzikir di serambi masjid hingga selesai.

Kemudian ia mendapati seseorang yg duduk agak dekat dgnya dan menurut pandangannya orang itu sedang terkena musibah. Ia bertanya kepada orang asing tersebut : ''Mas kok nampaknya sedang terkena sesuatu yg tidak mengenakkan?''
''Iya, saya selama ini pulang kejawatimur berjalan kaki dari cirebon karena dompet dan seluruh isinya dicopet orang, padahal itu bekal untuk pergi mencari kerja di jakarta'', jawabnya.
"Sudah berapa lama berjalan kaki?"
''Sudah dua minggu ini sampai sini''
"Lah terus, makannya?
''Selama ini saya mencari di tempat pembuangan sampah''
"Baik, kalo gitu mas ikut saya makan siang"

Setelah makan siang, orang itu diajak melihat pabrik kue yg selama ini jalannya kembang kempis.
"Mas, ini ada uang Rp300.000. Pakailah untuk perjalanan pulang ke Jawa Timur."
"Mas, njenengan sudah saya kasih uang untuk pulang sekarang giliran saya minta bantuan njenengan."
"Apa itu yang bisa saya bantu?" tanya orang tersebut
"Sebenarnya, saya sedang ada masalah dengan hutang, saya terlilit utang sampai empat puluh juta. Njenengan sudah tahu keadaan pabrik saya, saya minta njenengan doakan agar saya bisa melunasi utang saya, itu saja"
"Ya, In Shaa ALLAH"
Kemudian orang asing itu diantar sampai terminal dan pulanglah ia menuju Jawa Timur.

Akhirnya beberapa hari kemudian, hutang empat puluh juta telah lunas dan ia sekarang kebanjiran permintaan. Ia berjanji tidak akan lagi meminjam bank dan Alhamdulillah, kedua bersaudara ini telah mengikuti majelis ta'lim.

Shadaqah merupakan pembersih harta & mensucikannya dari kotoran, sebagaimana wasiat beliau kpd para pedagang, “Wahai para pedagang sesungguhnya jual beli ini dicampuri dgn perbuatan sia-sia & sumpah oleh karena bersihkanlah ia dgn shadaqah.” (Hadis Riwayat: Ahmad, Nasai & Ibnu Majah juga disebutkan dalam Shahih Al-Jami’)

Sumber : Ustadz Arief Ziyad
*dengan sedikit pengeditan tanpa mengubah jalan cerita

[AF]

0 komentar:

Posting Komentar

Gunakan kata-kata yang baik dan sopan dalam berkomentar... terimakasih

 

©Copyright 2013 Al Qoshosh | Designed by Amzan