Nasihat Ibnu Mas'ud

Jumat, 29 November 2013 0 komentar
Seseorang pernah berkata kepada Abdulloh bin Mas'ud, "Ajarilah aku beberapa kalimat yang singkat namun
padat makna, dan bermanfaat." Ibnu Mas'ud berkata,"Sembahlah Alloh dan janganlah menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya. Ikutilah al-Qur'an ke mana pun ia pergi. Jika seseorang datang membawa kebenaran kepadamu, maka terimalah kebenaran itu darinya meskipun ia orang yang jauh dan kamu benci. Sebaliknya, jika seseorang datang membawa kebathilan kepadamu, maka tolaklah kebathilan itu darinya meskipun ia orang yang sangat dekat dan kamu kasihi." (HR. Abu Nu'aim dalam Hilyatul Auliyaa' (I/134) [Fawaidul Fawaid hal. 683]

Beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari nasihat beliau ini adalah:
1. Kalimat pertama yakni "Sembahlah Alloh dan janganlah menyekutukan sesuau pun dengan-Nya." Ini adalah perintah untuk bertauhid, memurnikan segala bentuk ibadah bebas dari noda-noda kesyirikan. Menetapkan bahwa hanya Alloh sajalah yang berhak untuk disembah dan diibadahi dan meniadakan seluruh bentuk ibadah kepada selain-Nya, karena mereka (selain-Nya) adalah sesembahan yang bathil.

2. Kalimat kedua yakni "Ikutilah al-Qur'an ke mana pun ia pergi." Ini adalah perintah untuk menjadikan al-Qur'an sebagai imam (yang memberikan tuntunan-red), pedoman hidup kita dalam masalah hubungan kita dengan Alloh (tercermin dalam tauhid : memurnikan ibadah kepada Alloh dari noda syirik) dan hubungan kita dengan manusia yang lainnya (tercermin dalam berakhlak {sungguh, akhlak yang paling mulia adalah akhlak al-Qur'an sebagaimana Nabi Muhammad Sholallohu'alaihi wassallam disifati dengan hal ini}) serta masalah-masalah lainnya yang semuanya terkandung dalam al-Qur'an.
Hubungan kalimat pertama dengan kedua adalah sebagaimana yang pernah dikatakan oleh seorang salaf, "Al-Qur'an itu seluruhnya adalah TAUHID."

3. Dua kalimat terakhir yakni "Jika seseorang datang membawa kebenaran kepadamu, maka terimalah kebenaran itu darinya meskipun ia orang yang jauh dan kamu benci. Sebaliknya, jika seseorang datang membawa kebathilan kepadamu, maka tolaklah kebathilan itu darinya meskipun ia orang yang sangat dekat dan kamu kasihi." Jika seseorang telah bertauhid dengan semurni-murninya dan menjadikan al-Qur'an sebagai pedoman hidupnya, maka konsekuensinya adalah bersikap seperti yang telah dijelaskan dua kalimat terakhir di atas.
Untuk lebih memahaminya lihatlah firman Alloh dalam surat Luqman ayat 15. Alloh berfirman,"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dangan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku..."(QS Luqman ayat 15). Ayat di atas menjelaskan bahwa seandainya kedua orang tua (yang merupakan orang yang paling dekat dan paling kita kasihi) membawa suatu kebathilan (kesyirikan), maka kita diperintahkan untuk tidak mengikuti keduanya dan menggauli keduanya dengan baik serta mengikui jalan orang yang kembali kepada Alloh.
Hubungan pelajaran no 2 dan no 3 adalah untuk bisa mengetahui kebenaran yang kita diperintahkan untuk mengikutinya dan kebathilan yang kita diperintahkan untuk tidak mengikutinya adalah dengan mempelajari al-Qur'an dan mengamalkannya. Ingat, Al-Qur'an adalah sumber kebenaran karena datangnya dari Alloh.

Mudah-mudahan situs alqoshosh.com ini dapat terus memberikan manfaat kepada seluruh kaum muslimin.

0 komentar:

Posting Komentar

Gunakan kata-kata yang baik dan sopan dalam berkomentar... terimakasih

 

©Copyright 2013 Al Qoshosh | Designed by Amzan