| Pasar Kaum Tsamud |
AlKisah,
Alloh Ta’ala memberikan mukjizat kepada Nabi Sholih berupa seekor onta betina yang keluar dari sebongkah batu. Onta betina itu muncul di hadapan kaum Tsamud. Kepada kaumnya, Sholih menasihati agar mereka tidak mengganggu onta betina yang sedang hamil itu. Onta itu pun hidup di tengah-tengah kaum Tsamud dan Sholih memerintahkan agar onta itu diberi jatah untuk minum dari sumur penduduk. Kaum Tsamud dan Onta bergiliran untuk minum. Sehari jatah bagi penduduk, dan sehari jatah untuk onta betina. Begitu terus mereka bergiliran.
Lama-kelamaan, kaum Tsamud merasa terganggu dengan kehadiran si onta betina yang telah melahirkan anaknya itu. Mereka sudah tidak tahan bila harus berbagi jatah air. Maka pemuka kaum Tsamud berkumpul dan bersepakat untuk membunuh si onta.
Tokoh pembunuh adalah Qidar bin Salif dan Mishra bin Mahraj. Keduanya mengajak tujuh orang lagi dari kaumnya.
“Dan adalah di kota itu, sembilan laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi dan mereka tidak berbuat kebaikan.” (QS. An Naml: 48)
Mulailah mereka mengincar si onta. Lalu Qidar bin Salif yang pertama kali membunuh si onta dengan menyembelihnya dibantu rekan-rekannya. Anak onta segera berlari dan berteriak sebanyak tiga kali. Begitu mengetahui ontanya telah dibunuh, Sholih mendatangi kaumnya dan berkata, “Bersukarialah kalian di rumah selama tiga hari.”
Tetapi orang-orang kafir itu malah mencemooh Sholih. Sedikitpun mereka tidak takut terhadap ancaman Sholih. Tiga hari setelah pembunuhan si onta, Alloh pun mendatangkan azab-Nya berupa petir dan gempa.
“Dan satu suara keras yang mengguntur menyambar orang-orang yang dzolim itu lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya masing-masing.” (QS. Huud: 67).
“Karena itu mereka ditimpa gempa. Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di rumah mereka.” (QS. Al A’raaf: 78).
Kaum Tsamud yang kafir itu mati bergelimpangan. Hanya Nabi Sholih ‘alaihis salam dan orang-orang yang beriman kepada Alloh yang selamat.
Lama-kelamaan, kaum Tsamud merasa terganggu dengan kehadiran si onta betina yang telah melahirkan anaknya itu. Mereka sudah tidak tahan bila harus berbagi jatah air. Maka pemuka kaum Tsamud berkumpul dan bersepakat untuk membunuh si onta.
Tokoh pembunuh adalah Qidar bin Salif dan Mishra bin Mahraj. Keduanya mengajak tujuh orang lagi dari kaumnya.
“Dan adalah di kota itu, sembilan laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi dan mereka tidak berbuat kebaikan.” (QS. An Naml: 48)
Mulailah mereka mengincar si onta. Lalu Qidar bin Salif yang pertama kali membunuh si onta dengan menyembelihnya dibantu rekan-rekannya. Anak onta segera berlari dan berteriak sebanyak tiga kali. Begitu mengetahui ontanya telah dibunuh, Sholih mendatangi kaumnya dan berkata, “Bersukarialah kalian di rumah selama tiga hari.”
Tetapi orang-orang kafir itu malah mencemooh Sholih. Sedikitpun mereka tidak takut terhadap ancaman Sholih. Tiga hari setelah pembunuhan si onta, Alloh pun mendatangkan azab-Nya berupa petir dan gempa.
“Dan satu suara keras yang mengguntur menyambar orang-orang yang dzolim itu lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya masing-masing.” (QS. Huud: 67).
“Karena itu mereka ditimpa gempa. Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di rumah mereka.” (QS. Al A’raaf: 78).
Kaum Tsamud yang kafir itu mati bergelimpangan. Hanya Nabi Sholih ‘alaihis salam dan orang-orang yang beriman kepada Alloh yang selamat.
[AF]







0 komentar:
Posting Komentar
Gunakan kata-kata yang baik dan sopan dalam berkomentar... terimakasih